Obrolan Sastra di Raisin

Senja memang layak bagi siapapun, karenanya berbagilah pada orang-orang yang terkasih.
Saatnya berkunjung ke sebuah resto di daerah Sagan: Raisin. Sudah lama aku menginginkan untuk menikmati hidangan berbeda jika berkunjung ke sebuah tempat kuliner. Bukan karena aku malu unruk makan hal yang serupa dengan tempo hari. Paling tidak, aku bisa menyegarkan pikiranku dan memanfaatkan waktu mudaku dan berbagi cerita pada orang sekitar. Itulah yang aku lambangkan pada diri ini.

Kesibukan pada dunia kuliah bukan penghalang untuk merasakan hal-hal baru. Bukankah masa muda masa yang berapi-api? Bukankah pengalaman adalah guru terbaik? Bukankah peristiwa yang terjadi disekitar adalah cermin diri?

Mula-mula seorang teman membuka obrolan: "Bisa temenin aku membedah karya sastra. Aku ingin belajar lebih banyak dengan sastra. Aku ingin menikmati utuh tiap detiknya. Adakah waktu luang yang tersedia? Dia bertanya demikian.
Pertanyaan itu tidak langsung kujawab, aku memutar pertanyaan: "Bukankah kamu terlalu sibuk sampai-sampai kamu lupa akan persoalan yang melanda temanmu beberapa waktu yang lalu? Bukankah kamu sedang giat untuk mencari job vacancy?
Tetapi dia hanya menjawab, "Okelah, baiklah."
"Jawaban yang tidak masuk akal," pikirku dalam hati,
"Kita ketemuan jam 15.25, carikan aku tempat yang pass untuk merampungkan pemikiranku tentang sastra itu," tukasnya.
"Baiklah, Kamu ingin model yang seperti apa? Perlukah kita ke Starbuck, Maxx Coffe, Hollycow atau Madam Tan?" Aku menyebutkan beberapa resto terkenal yang ada di Jogja.
"Oh, yang setaraf dengan kantong mahasiswa saja, seperti Chez Moi, Bungong Jeumpa atau apalah."
"Ya, aku tahu tempat paling oke. Kita ke Raisin saja. Sekaligus aku ingin menikmati salad," sahutku dengan tulisan yang menegaskan.
Walaupun pada akhirnya aku tidak menikmati salad.

Berikut ini adalah suasana indoor dari Raisin dan sajian terhangatanya:

Suasana Indoor Raisin


Nasi Goreng ala Raisin dan Grape Juice

Spaghetti Olio Aglio


si Miss Kuliner


Postingan populer dari blog ini

Daya Tarik Sang Homoseksual

Visualisasi Kehidupan Perempuan Terdidik dalam Naskah Drama "Sampek Engtay" Karya N. Riantiarno

Pengirim Novel Sepotong Senja untuk Pacarku

6 Cewek Terpopuler Angkatan IV SMANTAMA

10 Cowok Favorit di Kelas IPS Angkatan IV