Dosen dan Mahasiswa Bingung
Aku sedikit heran ketika memasuki sebuah ruangan yang lantai-lantainya dipenuhi rak buku.
Aku sedikit heran ketika memasuki sebuah ruangan yang lantai-lantainya dihiasi sepatu berhak lengkap dengan sepasang kaos kaki
Aku sedikit heran ketika memasuki sebuah ruangan yang lantai-lantainya disapu bersih bak permadani
tapi beberapa hal yang aku kaget adalah ruangan itu dipenuhi kaki-kaki palsu yang bahannya dari daging, dialiri cairan merah dan bulu-bulu yang tumbuh, menjalar, dan tersusun rapi.
"Permisi, Bu. Saya ingin meletakkan dokumen penting peradaban masa lalu yang terambang lapuk akibat rayap disekeliling." Dia berjalan mendekati meja kayu yang di atasnya dilapisi kaca hitam.
Sang dosen sedikit mendongak ke atas. Dia bingung.
"Begini, Bu. Saya hanya ingin meletakkan dokumen ini saja." Mahasiswa itu meyakinkan omongannya.
Sang dosen hanya melihat-lihat sambil berkata, "Jangan lupa lainnya diikutkan."
Mahasiswa bingung itu hanya mengangguk meski bibirnya sedikit merinding.
Dia mahasiswa pintar dan pemberani. Matanya selalu mengarah ke depan tiap pengajaran berlangsung. Hanya saja nasib selalu berkata tidak semua orang memiliki hal yang sama. Nilai yang diberikan oleh tiap dosen terkadang tidak sesuai ekspetasinya. Dia sedikit cemberut kala melihat rentetan nilai yang terisi di laman website pribadinya itu.
Begitu selesai, mahasiswa dengan wajah tampak bingung itu pergi dan meninggalkan sang dosen. Dia kembali pada kursi besi panjang yang telah diisi oleh beberapa mahasiswa yang menunggu job vacancy mereka.
Pagi menjelang Siang, 11.--