Postingan

Pencuri Mistis dalam Bayangan Kekayaan

Alasan yang melatarbelakangi saya memberikan judul analisis "Pencuri Mistis dalam Bayangan Kekayaan" yaitu mengerucut pada tokoh utama yang digambarkan dalam cerpen dengan ciri-ciri laki-laki beristri, memiliki anak dan sanak saudara, penuh dengan keyakinan gaib (mistis) yang dengan hal yang demikian itu akan mudah memperoleh kekayaan yang diinginkan dengan rela melakukan meditasi dan pantang menyerah dalam segala bentuk. Selanjutnya, hasil analisis dari cerpen "Anjing-anjing Menyerbu Kuburan" karya Kuntowijoyo berupa penyampaian pesan dan pengetahuan yang dituturkan oleh pengarang secara tertulis kepada pembaca bahwa representasi dari cerpen ini mengacu pada kemistisan masyarakat Jawa yang masih menganggap bahwa percaya dengan kehidupan gaib adalah cara yang tepat agar segala permintaan dapat terkabul.  Adapun beberapa rangkuman dari hasil analisis ini bahwa kepercayaan atau mitos malam Selasa Kliwon menjadi berkah tersendiri bagi orang-oran...

Lepas Rindu

Gambar
Candi Kalasan Sumber: Pribadi Milik Sendiri Kedatanganku kemarin siang setidaknya bisa melepaskan rindu yang bergelayutan di pundakku. Aku begitu rindu melihatmu. Sajak-sajak kerinduan yang lama aku pendam, seakan muncul sebagai petanda. Mereka sudah lama ingin menengokmu. Ketika aku masuk ke istanamu, dayangmu lebih dulu menyapaku. Dia masih mengenali raut wajahku. Dia tidak ingin menghadang kerinduan kita. Segera mungkin dia kalungkan lapisan melati ke leherku. Dia juga yang membasahi rambut kepalaku. Sampai tibalah aku ke istanamu, yang dindingnya begitu rapat, ukiran-ukiran menjulang tinggi, tangga-tangga panjang menyambut dengan gembira. Dia tahu aku sedang menemuimu di komplek istanamu.

Pameran Budaya Bamiyan dan Borobudur

Gambar
  Candi Borobudur di Indonesia dan Lembah Bamiyan di Afghanistan adalah situs Warisan Dunia karena menyimpan nilai keagungan universal. Keduanya menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Indonesia dan masyarakat Afghanistan. Pameran yang berlangsung selama 7 hari ini, sejak tanggal 10-16 Januari 2017 bertempat di Gallaeria Mall, Yogyakarta memamerkan gambaran nilai (value) dari dua situs besar dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Afghanistan pada dasarnya adalah untuk mendukung rekosiliasi dan rekontruksi perdamaian di Afghanistan dengan memperkuat kapasitas dalam interpretasi warisan dunia dan pengelolaan museum, sekaligus mendukung dialog lintas budaya antara Indonesia dan Afghanistan melalui penguatan kerjasama dalam bidang kebudayaan antara negara-negara Selatan.  Selain itu, dalam pameran ini pengunjung seakan dibawa menuju lembah Bamiyan yang begitu indah dengan atmosfir batu-batuan ...