Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Visualisasi Kehidupan Perempuan Terdidik dalam Naskah Drama "Sampek Engtay" Karya N. Riantiarno

Gambar
Pementasan Drama "Sampek Engtay" Kelas PBSI A 2012 FBS UNY Naskah drama karya N. Riantiarno merupakan sebuah visualisasi dari kehidupan seorang perempuan bernama Engtay yang hidup dalam keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Juragan Ciok adalah laki-laki tegas yang mengurus anak semata wayangnya dengan penuh kehati-hatian, meski secara fisik Engtay sudah tumbuh dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri. Seiring dengan pertumbuhannya, Engtay pun mulai berpikir untuk dapat mengenyam bangku sekolah yang sudah ia idamkan sejak kecil. Karena menurutnya, seorang perempuan itu tidak dapat hanya menjadi kuli dapur saja, akan tetapi harus pandai menciptakan kreatifitas dan ide-ide yang matang agar kelak ia tidak merasa bodoh. Akhirnya, Engtay pun berencana untuk bersekolah ke Sekolah Putra Bangsa di Betawi. Ia berpamitan kepada kedua orang tuanya semoga dilancarkan. Namun apalah daya, Engtay tidak diijinkan secara langsung. Karena menurut ibunya, sekolah hanya untuk kaum l...

Penipuan Berkedok Curahan Hati

Gambar
Awas Penipuan !!! Hai, All. Kenalin nama gw Samuel bukan nama asli alias nama beken di blog ini. Gw tinggal di Jogja 21 tahun silam. Sekarang lagi menamatkan kuliah di perguruan tinggi di kota ini. Biasanya gw sering nongkrong di café-café atau burjo, kepanjangan dari bubur kacang ijo. Tempat satu ini paling mewah dan nyaman. Makanan dan minuman yang dijual juga gak jauh beda dengan di restoran mahal hotel bintang lima. Makanan istimewanya “Nasi Telor” dan minumannya “Es Teh atau Es Jeruk”. Kalo gw sih paling sering makan nasi telor ceplok. Abisnya enak banget dan gw horny banget dengan makanan ini. Gw tinggal sama kedua orang tua di sebuah perumahan beken di kota Jogja. Meski kata warga, gw anak rumahan, tapi itu tidak terbukti sama sekali. Gw biasa berangkat kuliah jam 7 pagi dan pulang jam 11 malam. Orang tua udah tahu kalo gw bakalan pulang jam segitu. Karena mereka juga yang menyuruh buat pulang jam segitu. Maklumlah, di rumah gak ada orang. Kalo pun ada paling cuma b...