Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Kejadian Lucu di Kereta

Seharusnya kereta yang kami tumpangi sudah sampai tujuan jam 7 malam. Karena ada masalah pada gerbong lokomotif, sehingga kereta harus terlambat 3 jam lamanya. Di dalam gerbong, penumpang mulai panik dan gaduh. untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan, pihak KA memberikan POP Mie sebagai bentuk penyesalan dan pelayanan kurang maksimal. Kemudian tidak lama sekitar pukul 20.43 kereta pun lagi-lagi mogok dan pihak KA memberikan satu botol air mineral kepada seluruh penumpang.

Sepenggal Kasih untuk Ibu

                                           Raut   wajah disertai kerutan kening tak membuat semangat seorang wanita ini untuk keluarganya berkurang   sedikitpun. Sosok wanita yang begitu pekerja keras meski kaki yang dimilikinya tidak sempurna seperti yang lain. Walaupun ditinggal oleh suami bekerja menjadi kuli bangunan di Jakarta, ini tak pernah membuat beliau putus asa untuk merawat anak semata wayangnya dengan baik. Ibu berputra satu ini memilih untuk menjadi buruh cuci demi membantu kehidupan keluarganya. Jamal adalah nama yang diberikan oleh wanita ini untuk anak satu-satunya. Jamal adalah anak yang pintar. Juara kelas selalu disandangnya 3 tahun terakhir ini. Jamal sekarang duduk di kelas 3 SD. Zaman sekarang anak SD sudah mengikuti berbagai bimbel, t...

Di Antara Jengkal-Jengkal Tanah

Puluhan tahun negeri berhutan rimba Belantara dan satwa di dalamnya pohon Menampung air mengalir ke akar-akar pohon Dan daun-daun tumbuh, dan embun menyentuh Namun kini Diantara jengkal-jengkal tanah kita berdiri Berubah jadi tembok-tembok angkuh Memaksa bumi Merusak alam Memotong ranting dan pohon Membuahkan padang gersang dan banjir bandang Ilegal loging, pertambangan, dan pembalakan Jadi bencana Berteriaklah bumiku Berteriaklah alamku Guncangkan dunia dengan tangismu Tak ada embun yang datang bergeming di hati Tak ada tajuk pohon menaungi Karena hati keruh dan penuh debu Kitakah yang diagungkan sebagai khalifah bumi Diantara jengkal-jengkal tana h negeri Author : Rida RH

Hidupkan Kembali Cinta Budaya Sendiri

Senja di ufuk Barat telah terlihat, mega merah yang menemaninya   pun akan memasuki tempat terakhir mereka. Air laut mulai tenang secara perlahan. Keramaian berganti arah. Sudah tak terlihat lagi wisatawan yang memadati area pantai. Namun kini, mereka berpindah ke daerah pertokoan, pusat hiburan malam dan wisata kuliner. Banyak kita jumpai, wisatawan domestik maupun mancanegara mangkal di pinggiran pusat hiburan. Kadangkala juga ada dari mereka duduk santai di tempat makan dan jalan-jalan kesana kemari melihat benda-benda menarik yang tertera di toko. Tengah malam ada saja tingkah mereka yang tidak enak di pandang. Menggunakan rok mini dan pakaian seadanya, berjalan lenggak – lenggok menggandeng sang pria untuk di ajak ke tempat yang sepi. Bukan hanya mereka para turis saja yang seperti itu, juga para wanita domestik ikut dalam kelarutan dunia malam yang semakin membelenggu manusia. Di ujung dari tempat itu, di singgahi oleh para petugas keamanan. Akan tetapi, mereka tid...