Laki-laki Aneh
Seorang laki-laki kurus dari balik pintu itu berjalan membungkuk. Dia membawa dua kardus air mineral kemasan. Dua bola matanya serius memandang ke arahku yang tengah menanti tamu dari negeri seberang. Kemudian dia meletakkan dua kardus air mineral itu di atas sebuah meja panjang berwarna coklat. "Huh, lelah. Pegal sekali badan ini. Dua kardus sudah kuletakkan, dua kardus yang lain masih di ruangan. Jika saja aku punya kaki kuda, aku pasti cepat." Dia berceloteh tak menentu. "Dari mana, mas?" tanyaku padanya. "Dari ruang sebelah. Capek banget, mas. Mau bantu saya ambil dua kardus lagi?" Aku berpikir sejenak. "Oh, boleh, mas. Kebetulan saya sedang menunggu tamu dari negeri seberang." "Tamu dari negeri seberang?" Dia bertanya bingung. Mungkin dia bingung pada kata "negeri seberang". Belum sudah dia mengajakku, aku malah ditinggalkan. "Eh, mas. Tunggu." Aku memanggil setengah berla...