Celah

Pertama, aku melihatnya di depan kaca sebelah kanan. Dia memalingkan muka
Kedua, aku menyapanya di depan tembok yang menghadap dinding kaca. Dia malas berkata.
Ketiga, aku bertemu langsung. Dia bingung.
Keempat, aku berkata. Dia bisu.
Kelima, aku berteriak. Dia tidur
Keenam, aku memanggil berulang kali. Dia mati.
Tinggal cerita. Tak ada sahutan.
Aku datang, dia pulang
Aku pulang, dia datang
Aku tertawa, dia membisu
Aku membisu, dia menangis
Aku menangis, dia pergi
dalam buaian air mata.

Postingan populer dari blog ini

Daya Tarik Sang Homoseksual

Visualisasi Kehidupan Perempuan Terdidik dalam Naskah Drama "Sampek Engtay" Karya N. Riantiarno

Pengirim Novel Sepotong Senja untuk Pacarku

6 Cewek Terpopuler Angkatan IV SMANTAMA

10 Cowok Favorit di Kelas IPS Angkatan IV