Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Sepulsa (Sepuluh Satu)

Aku pikir semua orang punya cerita; kisah unik dibalik rumus Matematika yang dipelajarinya atau menjadi kesengsaraan bagi dirinya untuk menjawab soal ulangan. Hal inilah yang aku rasakan ketika duduk dibangku SMA kelas X. Sejak SD, aku memang sudah nggak betah dengan pelajaran Matematika a.k.a eksak. Hampir setiap hari, aku selalu dijejali dengan rumus yang kadar kalorinya gak pernah surut. Bahkan selalu bertambah dan beraneka ragam bentuknya. Matematika tidak hanya menyengsarakan, tetapi mengutuk siswa yang diibaratkan seekor kelinci.  Di kelas X SMA, jasadku bersemayam dengan kelas bertajuk "Sepulsa (Sepuluh Satu). Julukan ini digunakan dan dipatenkan oleh Brilian, Eka dkk. Sepulsa sendiri memiliki makna yang mendalam, yaitu kelas yang doyan menghabiskan pulsa atau satu visi dan misi untuk membagikan pulsa secara cuma-cuma bagi orang-orang yang melarat pulsa. Sepulsa merupakan kelas peraih gelar terbanyak layaknya Grammy Award. Berbagai macam nomine selalu diraih, m...

Pancake

Jika saja ada pancake seenak ini aku akan membuatkan syair gurindam dua belas agar kau ingat selalu siapa tuan dibalik cerita ini

Lagu Bunda

Bunda Kau cahaya malam yang menerang tiap kelopak mata Bunda Kau sajak purnama yang berdongeng di atas bintang-bintang Bunda Kau angin malam yang menghapus mimpi buruk dan gigitan nyamuk liar Jogja, 8 Oktober 2015

Visualisasi Kehidupan Perempuan Terdidik dalam Naskah Drama "Sampek Engtay" Karya N. Riantiarno

Gambar
Pementasan Drama "Sampek Engtay" Kelas PBSI A 2012 FBS UNY Naskah drama karya N. Riantiarno merupakan sebuah visualisasi dari kehidupan seorang perempuan bernama Engtay yang hidup dalam keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Juragan Ciok adalah laki-laki tegas yang mengurus anak semata wayangnya dengan penuh kehati-hatian, meski secara fisik Engtay sudah tumbuh dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri. Seiring dengan pertumbuhannya, Engtay pun mulai berpikir untuk dapat mengenyam bangku sekolah yang sudah ia idamkan sejak kecil. Karena menurutnya, seorang perempuan itu tidak dapat hanya menjadi kuli dapur saja, akan tetapi harus pandai menciptakan kreatifitas dan ide-ide yang matang agar kelak ia tidak merasa bodoh. Akhirnya, Engtay pun berencana untuk bersekolah ke Sekolah Putra Bangsa di Betawi. Ia berpamitan kepada kedua orang tuanya semoga dilancarkan. Namun apalah daya, Engtay tidak diijinkan secara langsung. Karena menurut ibunya, sekolah hanya untuk kaum l...

Penipuan Berkedok Curahan Hati

Gambar
Awas Penipuan !!! Hai, All. Kenalin nama gw Samuel bukan nama asli alias nama beken di blog ini. Gw tinggal di Jogja 21 tahun silam. Sekarang lagi menamatkan kuliah di perguruan tinggi di kota ini. Biasanya gw sering nongkrong di café-café atau burjo, kepanjangan dari bubur kacang ijo. Tempat satu ini paling mewah dan nyaman. Makanan dan minuman yang dijual juga gak jauh beda dengan di restoran mahal hotel bintang lima. Makanan istimewanya “Nasi Telor” dan minumannya “Es Teh atau Es Jeruk”. Kalo gw sih paling sering makan nasi telor ceplok. Abisnya enak banget dan gw horny banget dengan makanan ini. Gw tinggal sama kedua orang tua di sebuah perumahan beken di kota Jogja. Meski kata warga, gw anak rumahan, tapi itu tidak terbukti sama sekali. Gw biasa berangkat kuliah jam 7 pagi dan pulang jam 11 malam. Orang tua udah tahu kalo gw bakalan pulang jam segitu. Karena mereka juga yang menyuruh buat pulang jam segitu. Maklumlah, di rumah gak ada orang. Kalo pun ada paling cuma b...

Pejuang Cilik Negeri Palestina

Gambar
Pejuang Palestina Sebuah perjuangan untuk terus mempertahankan negeri mereka.   Belia, mungkin itu yang ada dalam benak orang-orang  di ujung negeri ini.    Tetapi inilah bentuk usaha mereka.   Tidak seperti kita ya ng hanya duduk diam  dan  bersemedi  d i dalam gedung bermahkota emas,  berlantai tembaga  dan  ditiap sisinya terdapat celah udara sepoi-sepoi. Namun, coba kalian lihat ke depan  tanpa harus ditutupi Lihatlah ... Sosok pahlawan masa depan.  Walaupun lilitan mesiu mencekoki wajah    dan tubuh mereka.   Perjuangan itu sangat mulai,  berjihad di jalanNya.    Doakan mereka, kawan.  Para pejuang cilik di negeri Palestina

Di Balik Cahaya Aurora

Gambar
Sumber: id.wikipedia.org Jujur, ada kesan tersendiri ketika diri ini tidak sengaja  untuk berkenalan denganmu, apalagi kita belum begitu saling mengenal dan kalau memang kita berkenalan itu hanya ketidaksengajaan. Sebuah aurora pun muncul senada saat kau ucapakan salam kenal padaku tapi ada yang unik dari perkenalan itu. Ketika orang melihat, biasanya orang berkenalan itu bersalaman, tetapi kita malah menghindari hal itu. Dengan demikian, malah tidak ada rasa curiga yang tinggi atau memandang sebelah mata bagi mereka yang melihat. Tak terasa jika perkenalan yang kita utarakan hanya sepenggal kata, malamnya kita harus berpisah. Namun, ada satu hal yang membuatku lega. Ketika itu kamu diberikan kesempatan untuk berbicara pada sebuah peristiwa yang kamu alami.  Mendengar suaramu saja, memberikan bisikan lembut seperti alunan musik jawa klasik khas Kasultanan Jogja. Ada lagi, ketika kamu diberikan sebuah hadiah berbentuk planet Saturnus. Semisal...

Bukanlah Prioritas Utama

Gambar
Tampaknya gambar di atas jauh lebih baik "Apakah harus bersama pacar untuk menikmati setiap detik-detik membahagiakan di hidup kita?" Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya, mereka berhasil membuatku merasa kerdil dan bodoh karena telah menanyakan pertanyaan itu. "Sepertinya, tidak" jawabku tegas. "Pacar bukanlah prioritas utama dalam hidupku. Selama aku masih menikmati setiap moment kesendiri anku, kenapa mesti ada pacar disampingku?""Justru sebenarnya sendiri itu lebih indah karena kita bisa sekalian intropeksi." Meskipun orang akan berkata, "Halah ... itu hanya perhalusan dari makna jomblomu saja, karena tidak akan ada yang mengekang, iya kan?" Ya begitulah sepenggal dari perjalanan hidup.

Jakarta

seperti yang engkau katakan padaku, kawan. Sedikit sekali kawasan rindang di Jakarta. Salah satunya, kawasan yang sedang ku singgahi untuk sementara waktu ini. Hari ini Jakarta panas. Setelah sabtu dan minggu diguyur hujan lebat. Hujan itu dimulai sejak pagi hingga malam hari dan begitu pun untuk hari berikutnya. Tapi tak apalah biarkan kota ini bernapas leluasa, menghirup udara segar yang tak mungkin didapatkan ketika panas mulai beranjak. Jakarta itu ibarat ... Ah, susah benar aku mengibaratkannya. Tetapi aku yakin, tidak akan semua lahan diubah menjadi mesin hidup. Jika mereka terus memaksa, tunggulah penderitaan yang mendera.

Perkara Waktu

Ini perkara waktu. Jika kau cepat dan tepat,  maka kau akan mendapatkan tempat terdepan. Sebaliknya jika kau lambat dan menganggap waktu masih terlalu lama, maka kau akan mendapatkan tempat terbelakang. Ini sungguh benar dan tidaklah salah. Pilihan ada di tanganmu,

6 Cewek Terpopuler Angkatan IV SMANTAMA

Gambar
SMANTAMA atau SMA Negeri 3 Unggulan Martapura selain memiliki segudang prestasi juga memiliki beberapa siswi terpopuler, salah satunya yang akan writter kupas ini.   1. Eka Sobiatin Foto diambil dari facebook Teh Eka Sobiatin Cewek yang akrab disapa Teteh Eka oleh teman kelasnya ternyata salah satu dari cewek terpopuler. Segudang prestasi telah diraihnya mulai dari juara 1 menulis puisi dalam rangka hari guru tingkat kabupaten, juara 1 siswa berprestasi tingkat kabupaten dan lain sebagainya. Eka juga pandai bermain musik, terbukti kepiawaiannya dalam memukul simbal yang merupakan satu dari tujuh alat drum band. Saat ini Eka sedang menempuh studi di jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Sriwijaya (UNSRI). Diterimanya Eka di UNSRI berkat keuletannya dalam belajar. Salah seorang guru pernah sesumbar begini, “Saya pikir nama Eka hanya satu di kelas ini, tidak akan ada nama Eka lainnya. Kecuali jika dia memang mampu membangun suasana baru.” Teteh Eka juga pernah meng...