Di Balik Cahaya Aurora
![]() |
| Sumber: id.wikipedia.org |
Jujur, ada kesan tersendiri ketika diri ini tidak sengaja untuk berkenalan denganmu,
apalagi kita belum begitu saling mengenal
dan kalau memang kita berkenalan itu hanya ketidaksengajaan.
Sebuah aurora pun muncul senada saat kau ucapakan salam kenal padaku
tapi ada yang unik dari perkenalan itu.
Ketika orang melihat, biasanya orang berkenalan itu bersalaman, tetapi kita malah menghindari hal itu.
Dengan demikian, malah tidak ada rasa curiga yang tinggi atau memandang sebelah mata bagi mereka yang melihat.
Tak terasa jika perkenalan yang kita utarakan hanya sepenggal kata, malamnya kita harus berpisah.
Namun,
ada satu hal yang membuatku lega. Ketika itu kamu diberikan kesempatan
untuk berbicara pada sebuah peristiwa yang kamu alami.
Mendengar suaramu saja, memberikan bisikan lembut seperti alunan musik jawa klasik khas Kasultanan Jogja.
Ada
lagi, ketika kamu diberikan sebuah hadiah berbentuk planet Saturnus.
Semisal aku juga mendapatkan hal yang sama seperti dirimu. Mungkin, aku
akan memberikan langsung kepadamu di lain waktu.
Bukan cara diriku
untuk menarik simpati darimu, juga bukan pula sesuatu yang berlebihan.
Tetapi sebagai penjelas bahwa kita adalah teman terbaik sepanjang
perkenalan sore itu.
Dari sini aku seolah-olah tersapu
dengan sentuhan manis. Mungkin, kamu tidak akan merasa itu lebih dalam.
Tetapi inilah hati seorang pria yang sedang falling in love.
Apapun bisa menjadi sebuah kata kiasan dan bisa mengukir sebuah perasaan dari dalam diri sang wanita.
Terima
kasih telah membersamaiku selama empat hari berturut-turut. Walaupun
hanya setengah hari perjumpaan kita sekaligus perkenalan.
Sport Hall UNY, 29 Agustus 2013
