Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Dewi Penolong Tanpa Pamrih

Senyuman kehangatan yang mempereratkan cinta dan kedamaian. Membawa secercah mentari pagi yang anggun dan menyembunyikan malam di ufuk barat. Harapan dan kasih sayang yang terdalam dari seorang wanita cantik yang selalu menolong setiap korban yang sakit. Namun tetap tegar hati karena hanya dengan tangannya lah kita dapat merasakan kesejukan hidup yang berhembus dari nafas ini. Merasakan kesembuhan sungguh tiada tara, apalagi ditemani oleh seorang dewi yang menolong dengan tulus hati. Salam hangat untuk kakak yang telah memberikan kesegaran pada tubuh ini yang melelahkan, seketika aku tercampakkan ke dalam kepanasan tugas yang membebani tubuh ini. Pertolongan mu sungguh mulia, semua orang merasakannya. Tersadar dan terbangun dari tidur merupakan suatu kenikmatan karena pertolongan petugas berpalang merah. Warna merah yang melekat pada tanda “+” di lengan mu akan selalu hangat di mata mereka yang merasakan kepiawaanmu dalam menolong sesama.      Terima kasih k...

Kejadian Lucu di Kereta

Seharusnya kereta yang kami tumpangi sudah sampai tujuan jam 7 malam. Karena ada masalah pada gerbong lokomotif, sehingga kereta harus terlambat 3 jam lamanya. Di dalam gerbong, penumpang mulai panik dan gaduh. untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan, pihak KA memberikan POP Mie sebagai bentuk penyesalan dan pelayanan kurang maksimal. Kemudian tidak lama sekitar pukul 20.43 kereta pun lagi-lagi mogok dan pihak KA memberikan satu botol air mineral kepada seluruh penumpang.

Sepenggal Kasih untuk Ibu

                                           Raut   wajah disertai kerutan kening tak membuat semangat seorang wanita ini untuk keluarganya berkurang   sedikitpun. Sosok wanita yang begitu pekerja keras meski kaki yang dimilikinya tidak sempurna seperti yang lain. Walaupun ditinggal oleh suami bekerja menjadi kuli bangunan di Jakarta, ini tak pernah membuat beliau putus asa untuk merawat anak semata wayangnya dengan baik. Ibu berputra satu ini memilih untuk menjadi buruh cuci demi membantu kehidupan keluarganya. Jamal adalah nama yang diberikan oleh wanita ini untuk anak satu-satunya. Jamal adalah anak yang pintar. Juara kelas selalu disandangnya 3 tahun terakhir ini. Jamal sekarang duduk di kelas 3 SD. Zaman sekarang anak SD sudah mengikuti berbagai bimbel, t...

Di Antara Jengkal-Jengkal Tanah

Puluhan tahun negeri berhutan rimba Belantara dan satwa di dalamnya pohon Menampung air mengalir ke akar-akar pohon Dan daun-daun tumbuh, dan embun menyentuh Namun kini Diantara jengkal-jengkal tanah kita berdiri Berubah jadi tembok-tembok angkuh Memaksa bumi Merusak alam Memotong ranting dan pohon Membuahkan padang gersang dan banjir bandang Ilegal loging, pertambangan, dan pembalakan Jadi bencana Berteriaklah bumiku Berteriaklah alamku Guncangkan dunia dengan tangismu Tak ada embun yang datang bergeming di hati Tak ada tajuk pohon menaungi Karena hati keruh dan penuh debu Kitakah yang diagungkan sebagai khalifah bumi Diantara jengkal-jengkal tana h negeri Author : Rida RH

Hidupkan Kembali Cinta Budaya Sendiri

Senja di ufuk Barat telah terlihat, mega merah yang menemaninya   pun akan memasuki tempat terakhir mereka. Air laut mulai tenang secara perlahan. Keramaian berganti arah. Sudah tak terlihat lagi wisatawan yang memadati area pantai. Namun kini, mereka berpindah ke daerah pertokoan, pusat hiburan malam dan wisata kuliner. Banyak kita jumpai, wisatawan domestik maupun mancanegara mangkal di pinggiran pusat hiburan. Kadangkala juga ada dari mereka duduk santai di tempat makan dan jalan-jalan kesana kemari melihat benda-benda menarik yang tertera di toko. Tengah malam ada saja tingkah mereka yang tidak enak di pandang. Menggunakan rok mini dan pakaian seadanya, berjalan lenggak – lenggok menggandeng sang pria untuk di ajak ke tempat yang sepi. Bukan hanya mereka para turis saja yang seperti itu, juga para wanita domestik ikut dalam kelarutan dunia malam yang semakin membelenggu manusia. Di ujung dari tempat itu, di singgahi oleh para petugas keamanan. Akan tetapi, mereka tid...

Surat Untuk Teman

Terima kasih kepada engkau yang ingin berteman dengan ku. Saya merasa senang akan kehadiranmu di sisiku. Aku menyadari dan mengetahui bahwa sedikit orang yang ingin berteman denga seorang Arief Kurniatama. Jujur, setiap waktu yang ku jalani saya habiskan di perpustakaan. Ketika perpustakaan itu tutup, saya merasa sedih karena tidak ada teman yang membimbingku. Saya juga sering menyendiri, hingga saya di tegur oleh wali kelas. Kala saya mengenal engkau. Saya tidak yakin untuk dapat berteman dengan anak seperti engkau yang memiliki pemikiran dan pemahaman jauh dari pada diriku. Tetapi, aku berusaha untuk mengenal semua orang yang ada di dekatku. Apalagi ketika saya bermain ke tempat kost mu, yang tak jauh dari kost ku untuk menginap karena masalah OSPEK. Saya merasa tidak yakin dengan diri ini. Karena saya melihat dengan jarak pandang yang jauh untuk berteman dengan mu. Namun, ketika kamu katakan, kamu cocok berteman dengan ku. Saya merasa bahagia. Ternyata masih ada orang ya...