Surat Untuk Teman
Terima kasih
kepada engkau yang ingin berteman dengan ku. Saya merasa senang akan
kehadiranmu di sisiku. Aku menyadari dan mengetahui bahwa sedikit orang yang
ingin berteman denga seorang Arief Kurniatama. Jujur, setiap waktu yang ku
jalani saya habiskan di perpustakaan. Ketika perpustakaan itu tutup, saya merasa
sedih karena tidak ada teman yang membimbingku. Saya juga sering menyendiri,
hingga saya di tegur oleh wali kelas.
Kala saya
mengenal engkau. Saya tidak yakin untuk dapat berteman dengan anak seperti
engkau yang memiliki pemikiran dan pemahaman jauh dari pada diriku. Tetapi, aku
berusaha untuk mengenal semua orang yang ada di dekatku. Apalagi ketika saya
bermain ke tempat kost mu, yang tak jauh dari kost ku untuk menginap karena
masalah OSPEK.
Saya merasa
tidak yakin dengan diri ini. Karena saya melihat dengan jarak pandang yang jauh
untuk berteman dengan mu. Namun, ketika kamu katakan, kamu cocok berteman
dengan ku. Saya merasa bahagia. Ternyata masih ada orang yang ingin berteman
dengan diriku.
Saya
berharap besar kepadamu, untuk terus berteman dengan ku. Jangan jadikan
omonganku sebagai kemarahanmu yang tak sesuai dengan pandangan mu. Bimbinglah
temanmu untuk menjadi pribadi yang baik dan sejajar dengan mu. Serta ajarkanlah
ia perilaku yang terpuji. Karena tidak semua orang dapat menjadi teman yang solid.
Dan selalu ingatkan ia terhadap sesuatu yang baik. Terus beri ia pelajaran
untuk memahami arti hidup yang kian sulit dan jauhkan ia dari tipuan dunia.
Karena begitu mulianya orang yang selalu mengingatkan satu sama lain.
Semoga kita
selalu menjadi insan yang memiliki akhlak dan budi pekerti mulia dan terhindar
dari segala kesengsaraan dunia yang kian mencekam dan memutuskan urat leher
manusia.