Penipuan Berkedok Curahan Hati
![]() |
| Awas Penipuan !!! |
Gw tinggal sama kedua orang tua di sebuah perumahan beken di
kota Jogja. Meski kata warga, gw anak rumahan, tapi itu tidak terbukti sama
sekali. Gw biasa berangkat kuliah jam 7 pagi dan pulang jam 11 malam. Orang tua
udah tahu kalo gw bakalan pulang jam segitu. Karena mereka juga yang menyuruh
buat pulang jam segitu. Maklumlah, di rumah gak ada orang. Kalo pun ada paling
cuma bik Kodri dan mang Acun, pembantu rumah. Selesai kuliah, gw langsung ngisi
waktu buat kursus piano dan gitar. Setelah itu, kerja kelompok di kos temen dan
berakhir pada nongkrong plus browsing.
Nah, satu hal yang membedakan gw dengan anak-anak yang lain
adalah gw belum pacar alias jomblo. Kata “jomblo” udah sering gw dapetin sejak
duduk di bangku SMA. Sebenarnya, ada beberapa cewek yang naksir sama gw tapi gw
tolak. Abisnya si cewek terlalu matre dan menor. Jujur ya, gw paling jengkel
dengan cewek yang gituan. Berasa hanya dia yang paling mahal dan modis. Terus
dua pertanyaan muncul dari temen deket gw namanya Arul. Dia bilang ke gw, ”Mau
sampe kapan hidup kayak gini? dan pertanyan kedua, “Masih betah aja?” Akhirnya
gw jawab dengan dua kata, “Bebas dan Masih”.
Kalo orang tua sih gak ada masukan sama sekali. Secara
mereka itu sibuk banget dengan urusan masing-masing. Anak satu aja belum tentu
diurus. Apalagi kalo punya mantu. Tapi gw jalani semua dengan lapang dada.
Tiba-tiba ketika gw lagi duduk sambil dengerin musik.
Seorang cowok usia sekitar 20 tahun datang dan bilang ke gw dengan kata yang
menjijikan “I LOVE YOU”. Gw pikir ni bocah gila atau lagi mabok. Tapi gw tetep
teguh dengan pendirian yakni diam. Lagian gw juga gak kenal dengan cowok yang
setengah-setengah. Ditambah lagi gayanya super manja banget kayak cewek.
Dandanannya bak Miss Indonesia, gak kalah sama artis kenamaan Luna Maya.
Beberapa minggu kemudian, gw pergi ke sebuah supermarket
buat cari jas hujan. Biasa musim hujan telah tiba. Kota Jogja sedang dikerumuni
dengan kristal-kristal berwarna putih bening yang mencurahkan keinginan
orang-orang sawah alias petani. Tanpa mereka, kita yang hidup serba
berkecukupan gak bisa makan kalo dirumah gak ada nasi dan sayur-sayuran serta
buah. Ya paling tidak kalo keluar gw gak bakalan basah.
Singkat cerita, waktu gw mau bayar ke kasir, seorang cowok
lengkap dengan rantai gigi mendadak sensi dengan gw. Dia memukul pundak gw
lengkap dengan pukulan manja bak artis kenamaan Trans TV, Olga Syahputra.
Anjriittt banget cetus gw. Ternyata si cowok tak lain adalah bencong pinggir
jalan yang kemarin bilang “CINTA” sama gw.
Akhirnya, gw ngajakin dia makan di restoran ayam yang
letaknya gak jauh dari supermarket. Gw ngerasa kasihan aja sama dia. Sekaligus
gw mau introgasi dengan beberapa pertanyaan basa-basi. Mulailah kami memesan
makanan dan minuman. Lalu, kami pun memilih meja duduk. Mendadak kami jadi
pusat perhatian. Ibarat Zayn Malik dan Budi Anduk. Gubraakkk …!!!
Dari obrolan gw sama si cowok yang mengaku pelajar ini. Gw
menyimpulkan bahwa dia memang lagi butuh cinta dan kasih sayang. Si cowok yang
berinisial Doni ini sangat istimewa ketika berada di bangku SMA. Ia jadi
sorotan publik. Pernah menjadi buah bibir di kalangan siswi SMAnya. Tapi ketika
dia duduk di bangku kuliah, dia sering dibully dan berakhir dengan kesendirian.
Tidak tahan dengan sikap orang-orang di sekitarnya, dia pun pergi dan bertemu
dengan seorang bapak beranak satu yang berusia 30 tahun. Pada akhirnya, dia
menjadi pasangan simpanan. Akan tetapi, menjadi pasangan simpanan tidak selalu
bahagia. Hampir tiap hari dia mendapatkan perilaku tak senonoh, yakni dipukul dan
diremehkan. Lalu dia pun pergi dan kemudian tinggal di sebuah kos sampai
sekarang.
Meski dia amat jujur menceritakan semua kesakitannya, gw
harus tetap hati-hati bisa jadi dia seorang penipu kelas kakap. Masalahnya,
teman akrab gw pernah tertipu dengan cerita rekaan yang sama dengan curahan
hati Doni.
Berawal dari obrolan ringan di sebuah masjid kampus, minggu
pagi. Gw dan teman gw sebut saja Ari sedang duduk di teras masjid. Sesekali
menghirup udara segar khas pepohonan yang tumbuh di area depan masjid. Tepat
pukul enam pagi, si Ari diajak ngobrol dengan seorang cowok tak dikenal sebut
aja namanya Bobi. Si Bobi berasal dari Jakarta, di sini tinggal sendiri dan
ingin pulang ke Surabaya buat ketemu dengan sang bunda, karena sudah dua tahun
gak pernah ketemu. Lalu Bobi minta tolong sama Ari buat nganterin dia ke
stasiun. Sampai pada akhirnya, Bobi meminta bantuan Ari. Karena Ari termasuk
golongan orang yang penyabar. Akhirnya Ari menolong Bobi dan memberi makanan
pengganjal perut dan sebotol air mineral.
Setelah Bobi pulang ke Surabaya. Keesokan harinya, Ari
ditelpon oleh nomer gak dikenal yang mengatasnamakan dirinya bahwa telah
berhasil menolong orang tak dikenal asal Surabaya. Kemudian dalam obrolan
dengan si penelpon. Ari disuruh mengunjungi ATM terdekat untuk mengirimkan
nomor rekeningnya. Namun, sebelum ia pergi ke ATM terdekat. Sang ibunda tidak
memberikan ijin untuk pergi karena sang adik sedang sakit. Hingga akhirnya, ia
merenung dalam kamar dan menduga bahwa ia sedang tertipu. Untung saja dia tidak
diijinkan sang bunda. Kalo saja berhasil diijinkan, mungkin uang yang berada
dalam tabungannya akan lenyap.
OK, All. Cukup sekian dulu cerita dari gw. Tunggu cerita
yang lain. Tetap stay di blog ini. Bye…
