Mahasiswa Tercepat Berpredikat Cumlaude
![]() |
| Oktavia Fitriani berada ditengah sumber: instagram.com |
Jum’at, 19 Februari 2016
Tercepat. Mahasiswa
tercepat. Paling cepat diantara 43 mahasiswa di kelas PBSI A 2012.
Kamis malam, dia sudah mempersiapkan segalanya, termasuk
menyebar undangan dan permohonan maaf kepada teman-teman kelas. Dalam undangan
itu, ia menyampaikan bahwa esok hari, tepatnya hari Jumat, ia akan menghadapi
ujian. Sebuah tantangan terberat semasa kuliah dengan pemikiran ekstra agar
saat menjawab pertanyaan dari penguji tidak kacau.
Di sela-sela aktivitasnya sebagai mahasiswi, dia termasuk
mahasiswi yang humble dan kreatif.
Beberapa prestasi sudah diraih, meski semuanya itu bersifat ilmiah. Dia juga sempat
menjadi ketua bidang pemikiran ilmiah tingkat fakultas. Selain itu, dia juga
tergabung dalam MAHADIKSI, sebuah perkumpulan mahasiswa penerima Beasiswa
Bidikmisi dan tercatat dalam 10 Wanita Terunik versi Blog Catatan Burung yang
diunggah oleh seorang pria muda bertalenta berumur 20 tahun silam. Sungguh,
nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
Mawar di Pagi Hari
Duhai mawar
kuntummu telah mekar
ketika menyambut kehadiran sang fajar
rupa menawan menebar keharuman
indah mempesona
Duhai mawar
kuntummu telah mekar
ketika sang surya menampakkan diri tuk mengawali hari
mengharum semerbak di seluruh taman
damailah rasa
Duhai mawar
akankah kuntummu tetap mekar
ketika rasa ini menghendaki di esok hari
ingin mencium keharumanmu lagi
segarlah sepanjang masa
kuntummu telah mekar
ketika menyambut kehadiran sang fajar
rupa menawan menebar keharuman
indah mempesona
Duhai mawar
kuntummu telah mekar
ketika sang surya menampakkan diri tuk mengawali hari
mengharum semerbak di seluruh taman
damailah rasa
Duhai mawar
akankah kuntummu tetap mekar
ketika rasa ini menghendaki di esok hari
ingin mencium keharumanmu lagi
segarlah sepanjang masa
Jikalau ada
orang yang bertanya, “Mengapa harus mawar yang dijadikan tokoh dalam puisi ini?
Mengapa tidak melati atau bunga-bunga yang batangnya tak berduri?”
Aku tidak
akan menjawab. Biarlah orang-orang yang membaca puisi ini mempresentasikan
sendiri. Tak ingin menjebak juga tak ingin melukai. Kelopak mawar begitu
cantik, meski duri pada batangnya sangat tajam hingga melukai tangan seorang
wanita cantik berkulit putih.
***
--- Ciyye,
akhirnya yang ditunggu-tunggu kesampean juga. Congratulation Oktavia Fitriani, Miss Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia 2016 asal Madukismo.
Kece banget sih kamu. Hebat
ya.. Semoga setelah ini kamu ditawarin beasiswa dari JPBSI untuk lanjut S2 di
Universitas Negeri Yogyakarta atau kejar beasiswa S2 Afirmasi dari LPDP aja.
Sukses selalu ya. Jangan lupakan aku, Arief Kurniatama, mahasiswa paling kece
kelas A 2012. ---
Oh, ya. Ada pesan dari Kak Yasin (Trainer ESQ 165): “Masa depan hanya untuk para pemberani yang mau mengubah, bangkit dari zona kenyamanan. Nikmatilah betapapun harus menyeka keringat pengorbanan.”
